CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Kamis, 18 Juni 2009

Pertamina Incar Blok Migas Hingga Ke Mancanegara

Jakarta ( Berita ) : PT Pertamina (Persero) saat ini gencar melakukan pengembangan blok minyak dan gas bumi hingga ke mancanegara guna menambah cadangan maupun produksi migasnya.

“Untuk menambah cadangan dan produksi, Pertamina berupaya untuk mendapatkan lahan-lahan produksi baru, baik di dalam maupun di luar negeri. Usaha ini kami lakukan melalui kerjasama dengan perusahaan migas dari luar negeri”, kata Karen Agustiawan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Kamis [11/06] . Di dalam negeri, jelas Karen, kerjasama dengan perusahaan migas nasional luar negeri dilakukan dengan cara mengikuti lelang.

Disamping itu, lanjut dia, kerjasama juga dilakukan melalui studi bersama, tukar guling aset, maupun akuisisi wilayah kerja di beberapa aset yang akan dijual oleh pihak ketiga.

“Sementara di luar negeri, kerjasama dengan beberapa perusahaan migas nasional dilakukan melalui beberapa model yang saling menguntungkan”, jelas Karen.

Ia mengatakan saat ini Pertamina bersama dengan salah satu perusahaan migas nasional asing sedang mengikuti tender blok produksi di Irak. Sementara di Lybia dan Aljazair, Pertamina juga sedang menjajaki kerjasama dengan BUMN Migas setempat untuk diperbolehkan mengelola blok migas di sana.

“Dengan BUMN Migas Lybia dan Aljazair, Sonatrach, kita sedang melakukan pendekatan untuk masuk ke wilayah migas masing-masing”, ungkap Karen. Untuk menambah lapangan baru juga diupayakan melalui akuisisi.

Misalnya, terang Karen, sedang dilakukan upaya akuisisi lahan baru di Libya, Qatar, Malaysia, Vietnam bersama Quad, dan di Australia bersama Woodside.

Selain itu, hal sama juga sedang dilakukan di Venezuela dengan PDVSA, di Brazil dengan Petrobras, di Mexico dengan Pemex, dan di China dengan Sinopec. “Keseluruhan itu masih dalam proses penilaian dan negosiasi”, imbuh dia.

Karen menghitung, dalam upaya mengembangkan blok baru tersebut, saat ini Pertamina telah memiliki 22 aset di dalam negeri dan 6 aset di luar negeri. Selain itu, ada 11 proyek baik di dalam maupun di luar negeri yang masih dalam tahap penilaian, serta 6 proyek yang masuk tahap studi data.

Frederick Siahaan, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) mengaku siap dalam hal pendanaan guna mewujudkan rencana ekspansi ini. “Pertamina sudah mempersiapkan biaya modal khusus untuk mendanai penambahan blok migas baru sebesar 3,2 trilyun rupiah. Dana ini akan kami pergunakan hanya untuk tahun 2009 saja”, ungkap Frederick. ( ant )

Depo Pertamina Makassar Kebakaran


Kebakaran depo Pertamina di Makassar, Sulawesi Selatan.
Liputan6.com, Makassar: Depo Pertamina di Makassar, Sulawesi Selatan, meledak dan terbakar pada Sabtu (13/6) pukul 09.00 waktu setempat. Tak hanya depo, sebuah mobil tangki yang berada di sekitar depo tersebut pun ikut terbakar. Hingga siang ini sekitar 50 unit pemadam kebakaran dari Pemkot Makassar, Pertamina, serta TNI Angkatan Laut masih terus melakukan pemadaman.

Penyebab meledaknya depo Pertamina hingga kini belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara sumber ledakan berawal dari proses pengisian tabung gas.

Akibat kejadian tersebut, pelayanan bahan bakar minyak dan gas ke wilayah Sulawesi terhenti sementara. Kerugian yang diderita Pertamina ditaksir miliaran rupiah. Warga yang tinggal di dekat depo juga ikut panik. Mereka segera keluar rumah dan menyelamatkan barang-barang

Komisaris Pertamina Maizar Rahman : Kilang RU IV Sekarang Sangat Hijau



Pada saat pertama kali rombongan Komisaris Pertamina memasuki area Kilang RU IV, terlintas di benak dewan komisaris betapa berbedanya kilang ini dibandingkan beberapa tahun lalu, kilang RU IV kini terlihat begitu hijau, demikian diungkapkan Maizar Rahman pimpinan rombongan Dewan Komisaris yang berkunjung di RU IV pada saat memberikan sambutannnya di ruang rapat II Head Office (1/6).
Lebih lanjut Maizar menekankan bahwa apabila orang saat muda harus perkasa dan saat tua turun keperkasaannya namun berbeda dengan Kilang RU IV, meskipun umurnya sudah lebih dari 30 tahun namun dituntut keperkasananya terus meningkat mengingat betapa pentingnya peran Kilang RU IV.
Rombongan dewan komisaris yang terdiri dari 6 orang tersebut diterima oleh GM RU IV Chrisna Damayanto dan Tim Manajemen. Acara diawali dengan sambutan selamat datang GM dan dilanjutkan dengan presentasi overview RU IV oleh Manajer Kilang Ardhy NM, dipresentasikan pula mengenai rencana pengembangan Kilang RU IV oleh Dani Prasetyawan dari Pertamina Korporat serta presentasi mengenai Good Coorporate Governance oleh Manajer SPI Daerah IV Sutrisno.
Pada kesempatan ini Dewan Komisaris banyak memberikan masukan kepada RU IV terkait dengan kinerja dan rencana pengembangan kilang. Maizar menyampaikan bahwa dalam berbagai kesempatan Komisaris selalu menyempatkan untuk berkunjung ke seluruh unit operasi Pertamina, hal ini terkait dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil karena menurutnya gambar seribu kali lebih bagus dari sekedar kata-kata, melihat seribu kali lebih bagus dari gambar dan melihat dengan berdialog seribu kali lebih bagus dari hanya sekedar melihat saja.
Setelah diskusi usai Dewan Komisaris berkenan melihat secara langsung Kilang RU IV didampingi GM dan tim manajemen sekaligus mengakhiri kunjungan di RU IV. (a/s)

Depo Elpiji Pertamina Meledak
Pertamina Belum Bisa Kalkulasi Kerugian




Jakarta - PT Pertamina (Persero) belum bisa mengkalkulasi perkiraan kerugian akibat terbakarnya depo elpiji yang meledak di Makassar.

Vice Communication PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra mengatakan pihak Pertamina akan segera meneliti kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut.

"Kita masih butuh beberapa waktu untuk meneliti kerugian," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (13/6/2009).

Basuki mengatakan pihak Pertamina segera mengusahakan secara maksimal untuk memadamkan api yang berkobar sejak sekitar pukul 09.00 WITA.

"Kebakaran terjadi sejak 09.00 WITA, kita telah dibantu oleh pemadam kebakaran dari Pemkot Makassar," jelasnya.(dnl/djo)

Pertamina Oil Clinic
Pelayanan oil clinic khusus dirancang untuk meningkatkan sistem pemeliharaan mesin dan peralatan mekanik lainnya melalui pengamatan data kondisi mesin secara terus menerus yang dapat dibaca dari data hasil analisa pelumas yang sedang dipakai.

Banyak pelanggan Pertamina sudah merasakan sendiri manfaatnya sehingga benar-benar menyakini bahwa layanan ini dapat membuat mesin dan peralatan mekanik lainnya selalu dalam kondisi operasi yang efisien. Berikut ini keuntungan yang dapat diperoleh dari layanan